Kamis, 01 November 2012

PRINSIP DASAR COMPUTED TOMOGRAPHY

Pesawat CT Scan
PRINSIP DASAR COMPUTED TOMOGRAPHY
Computer tomography Scaner jaga dikenal dengan nama Computerized Axial Tomography ( CAT ), Computerized Aided Tomography ( CAT ), Computerized Transverse Axial Tomography ( CTAT ), Reconstructive Tomography ( RT ), dan Computed Transmission Tomograph ( CTT ) yang merupakan pengambilan gambar dari suatu objek secara sectional axial dimana sinar-x mengelilingi objek,sehingga gambaran objek yang diinginkan terlihat jelas dan objek yang tidak diinginkan dikaburkan.Sinar-x yang mengalami atenuasi, setelah menembus objek diteruskan ke detector kemudian ke photo multiplier tube sinar-x tersebut dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik kemudian pada DAS akan diubah menjadi data-data digital yang akan memberikan informasicomputer dan secara computerized diolah dan ditampilkan gambar pada monitor yang berupa irisan tomografi dari objek yang dikehendaki dalam bentuk gray image scale (skala dari hitam dan putih).

 Gambar prinsip dasar computed tomography
1.    tabung sinar – X
2.    detector
3.    elektronik signal
4.    system computer
5.    display system

PERALATAN COMPUTER TOMOGRAPHY SCANNER
Computer Tomography Scaner terdiri dari peralatan-peralatan yang mendukung dalam pengambilan dan proses gambar yaitu :
1.    Table and Gantry
    Table merupakan tempat posisi pasien untuk melakukan pemeriksaan berbentuk curva yang terbuat dari carbon grafit fiber yang mempunyai nilai penyerapan yang rendah terhadap sinar-x.dilengkapi cradle, meja control, dan indicator ketinggian meja.
    Gantry adalah suatu tempat yang didalamnya terapat x-ray tube, collimator, detector, lampu indicator sentrasi yang berupa sinar laser atau infra red, dan DAS.
a.    Tabung sinar-x
-    Karakteristik tabung sinar x yaitu:
-    Dianjurkan menggunakan rotating anoda
-    Menggunakan ukuran focal spot kecil
-    Berkas radiasi bersifat monocromator agar pengolahan gambar akurat dan mudah
-    Anode Heat storage Capacity ( 700.00 HU – 2.000.000
    HU )
-    Tahan terhadap goncangan / shock proof

b.    Colimator
Colimator pada computer tomography terdiri dari dua buah yaitu :
1.    Colimator pada x ray tube yang berfungsi :
-    Mengurangi dosis radiasi
-       Pembatas luas lapangan penyinaran
-    Memperkuat berkas radiasi
2.    Colimator pada detector yang berfungsi :
-    Penyearah radiasi menuju ke detector
-    Pengontrol radiasi hambur
-    Menentukan ketebalan pada slice thickness / voxel

c.    DAS dan detector
Sinar x setelah menembus objek diteruskan oleh detector yang selanjutnya diproses menjadi data digital oleh DAS

    Fungsi detector dan DAS sacara garis besar yaitu :
-    Menangkap sinar x yang telah menembus objek
-    Merubah sinar x menjadi sinyal elektronik
-    Menguatkan sinyal-sinyal elektronik
-    Merubah sinyal elektronik menjadi data-data
        digital
    Karakteristik detector :
-    Cost, harga detector yang terlalu mahal merupakan alas an utama mahalnya CT-Scan. Jumlah detector berpengaruh terhadap kualitas gambar yang dihasilkan.
-    Effeciency, berkas sinar dari objek 100 % ditangkap detector dan sinyal elektron yang dihasilkan sesuai dengan berkas sinar yang diterima.
-    Stability, respon detector terhadap berkas sinar bersifat tetap dari satu scaning ke scaning berikutnya.
-    Resvonsive, lamanya waktu detector menerima berkas sinar dan mengolahnya menjadi sinyal elektron.

    Bentuk – bentuk detector :
1.    Scientillation Crystal + Photomultiplier Tube Detector
Sinar x yang diterima detector diubah menjadi cahaya oleh crystal yang diteruskan ke photomultiplier tube yang akan diubah menjadi sinyal elektron.
Macam- macam crystal yang digunakan yaitu :
-    Sodium Iodide ( Na I )
-    Caesium Iodide ( CsI )
-    Calcium Flouride ( CaF2 )
-    BismuthGermanite ( BGo )
2.    Detektor yang menggunakan gas xenon agar terjadi ionisasi dimana prinsip kerjannya berdasarkan ionisasi chamber yang menggunakan elektroda sebagai media / tungsten
3.    X – ray Control
Terdiri dari generator sinar x bertegangan tinggi/high voltage transformer, RARD ( Rapid Accelerator Rotor Controler ) dan x-ray tube indilator. X-ray control ini berperan penting pada saat dilakukan pemanasan tabung sinar-x.
4.    Computer
Merupakan jantung dari semua instrument pada CT dan berfungsi untuk melakukan proses scanning. Reknstruksi/pengolahan data, display gambaran serta menganalisa gambaran. Pada CT diperlengkapi suatu alat pembantu untuk proses rekonstruksi gambaran yang dikenal dengan nama ARRAY PROCESSOR.
5.    Disc Unit
Alat untuk penyimpanan program hasil kerja dari komputer ketika melakukan scanning, rekondtruksi dan display gambaran. Data yang diterima berupa data mentah maupun data permanent.
6.    Magnetic Tape Unit
Digunakan sebagai penyimpan data pasien, dalam suatu tape/pita yang diletakan pada disc unit sehingga data yang terdapat didalamnya dapat dipanggil kembali. Pada proses scanning MTU diletakan pada box tersendiri yang dilengkapi ram text.
7.    Multi Format Camera
Digunakan untuk memperolah gambar permanent pada film roentgen, dan dapat memilih format gambaran 1–24 struktur per slice gambaran CT pada suatu bidang film.
8.    Operator terminal
Merupakan pusat dari semua kegitan scanning. Patient file manipulation, serta fungsi pengoperasian system secara umum. Mengatur file patient yaitu memasukan data-data pasien.
9.    Sistem Data Consule ( SDC )
Digunakan untuk menampilkan suatu gambaran hasil scanning dan memanipulasinya sehingga memperoleh informasi yang diinginkan.
10.    Operator Display Console ( ODC )
Merupakan kombinasi antara operator terminal dan SDC. Alat ini disamping sebagai pusat kegiatan scanning juga dapat memanipulasi hasil gambaran sesuai yang kita kehendaki.

PERKEMBANGAN COMPUTED TOMOGRAPHY
    Perkembangan computed tomography dari generasi ke satu generasi dapat dibedakan berdasarkan jumlah detector, sistim pergerakan x-ray tube dan detector  maupan luas matrix, yang dihasilkan untuk memperoleh resolusi gambar yang dihasilkan

1.    Generasi Pertama
    Pergerakan tabung sinar-x dan detector adalah rotate dan translate principle.
    Singgle detector ( sodium Iodide crystal + photomultiplier tube ).
    Berkas sinar pencil beam.
    Pergerakan rotasi 1.
    Stationary anode ( sirkulasi oil sebagai pendingin ).
    Waktu scanning 5 menit / gambar.
    Hanya untuk pemeriksaan brain.
    80 x 80 mm2 matrix format.

2.    Generasi kedua
    Pergerakan tabung sinar x dan detector adalah rotate dan translate principle.
    Multiple detector ( 30 detector NaI + Photomultiplier tube ).
    Berkas sinar Fan beam.
    Pergerakan rotasi 3.
    Stationary anode.
    Waktu scanning 20 detik / gambar.
    Untuk Brain scanning tetapi dapat juga digunakan untuk seluruh tubuh.
    Menggunakan patient cough.
    160 x 160 mm2 matrix format.




3.    Generasi ketiga
    Pergerakan tabung sinar-x dan detector adalah rotate dan rotate principle (x-ray tube dan detector bergerak bersamaan ).
    825 detektor ( xenon detectors ).
    Berkas sinar Full Fan Beam.
    Pergerakan rotasi 360.
    Rotating anode.
    Waktu scanning 2-4 detik /gambar.
    Menggunakan patient cough.
    Pemeriksaan untuk seluruh tubuh.
    160 x 160 mm2 matrix format.

4.    Generasi ke empat
    Pergerakan tabung sinar x dan detector adalah rotate and fixed principle ( sumber sinar x mengelilingi detector ).
    4800 detektor ( xenon detector ).
    Berkas sinar Countinous Fan.
    Pergerakan rotasi 360.
    Rotary anode.
    Pemeriksaan untuk seluruh tubuh.
    Menggunakan patient cough.
    Meja otomatis.
    1024 x 1024 mm2 matrix format.

Kualitas gambar dalam CT dipengaruhi oleh beberapa factor:
1.    Contras resolution yaitu kemampuan untuk memvisualisasikan gambaran pada derajat kehitaman tertentu yang tergantung tebal lapisan yang discan, jumlah photon yang dideteksi detector, ukuran layer television dan viewing resistance.
2.    Spatial resolution yaitu kemampuan untuk memperoleh detail suatu gambar yang tergantung dari ukuran geometric (ukuran focal spot, detector, frekuensi dan nilai pembesaran), ukuran pixel yang ditampilkan, rekontruksi ligorithm, ketebalan lapisan yang di scan/voxel size.
3.    Patient Centering yaitu posisi patient pada sentrasi, dimana objek yang akan diambil berada pada bidang FOV (field of view) untuk memperoleh kualitas gambar yang optimum.
4.    Patient Care yaitu Kerja sama operator dengan patient (ketenangan patient saat pemeriksaan).
5.    Calibration yaitu kalibrasi untuk mengecek system computer dan kesiapan CT untuk beroperasi.
6.    Camera set up dan Film processing yaitu hasil akhir proses scanning dalam suatu hard coppy atau film.

Faktor–faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas gambar :
1.    Beam Hardening.
2.    Artifact yaitu kesalahan rekontruksi pada system density yang terlalu tinggi atau rendah pada objek.
3.    Noise yaitu gambar yang dihasilkan dalam bentuk bintik – bintik / bercak akibat jumlah photon yang dideteksi detector dan umumnya terjadi pada data aquitition system.
4.    Aliasing yaitu gambar yang berupa artifact yang disebabkan meja pemeriksaan
5.    Posisi pasien tidak tepat pada iso center.
6.    Kurangnya pengetahuan operator terhadap teknik pemeriksaan CT, sehingga parameter tidak sesuai untuk menghasilkan kualitas gambar yang optimum.

Teknik pengukuran gambar meliputi :
    Menentukan SFOV (Scan Field OF View).
    DFOV (Display Vield OF View).
    Matrix dan pixel size.
    Slice thickness.
    Matrix camera.

TATA LAKSANA PEMERIKSAAN CT SCANNING
I.    Prosedur Pemeriksaan CT-Scan
    Pada prosedur pemeriksaan CT Scan ada beberapa hal yang perlu dilakukan :
1.    Persiapan Patient
    Seperti pemeriksaan khusus dengan sinar x memerlukan persiapan pasien, terutama pasien yang memerlukan bahan contras untuk pemeriksaan.
Biasanya pasien diberi diit lunak sehari sebelumnya untuk mengurangi gerakan peristaltic dai alat pencernaan makanan
Kemudian pasien dipuasakan beberapa jam untuk mencegah rasa mual dan muntah yang mungkin timbul akibat reaksi bahan kontras.
2.    Penjadwalan
    Penjadwalan pasien untuk melancarkan jalannya pemeriksaan lainnya diruang pemeriksaan lainnya.Penjadwalan terpisah antara rawat inap dan rawat jalan dikarenakan kondisi pasien rawat inap yang biasanya lebih parah dari pasien rawat jalan. Penjadwalan memperhitungkan beberapa hal sebagai berikut:
    Waktu transportasi dari ruang tunggu dengan ruang pemeriksaan.
    Pengaturan pasien.
    Waktu scanning.
    Pengolahan gambar dari irisan yang diphoto.
    Pelaksanaan pemeriksaan.
3.    Seleksi pasien
    Laporan klinis pasien dan laporan pemeriksaan CT Scan sangat dibutuhkan dokter radiology untuk riwayat pemeriksaan dan alasan yang tepat kenapa pasien melakukan pemeriksaan CT Scan, juga jenis dan jumlah bahan kontras yang digunakan.Sehingga didahulukan pasien yang benar-benar sangat membutuhkan hasil pemeriksaan yang diketahui dari daftar riwayat pasien
4.    Persiapan sebelum scanning
Persiapan dari peƱata roentgen sebelum pasien memasuki ruangan yaitu :
    Ruangan dan pesawat siap pakai.
    Alat-alat Bantu siap pakai.
    Data pasien yang diperlukan telah diketahui.

II.    Teknik Scanning
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada teknik scanning yaitu :


1.    Kerja sama dengan pasien
Kerja sama dengan pasien merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil yang terbaik, oleh sebab itu harus diberi tahukan pentingnya pemeriksaan, dan hal apa saja yang harus dilakukan pasien selama pemeriksaan
2.    Kenyamanan Pasien
Kenyamanan pasien dengan memperhatikan factor – factor berikut :
    Memberi bantal
    Memberi selimut
    Pengaturan lampu pada saat pemeriksaan
    Memberi perasaan aman kepada pasien saat pemeriksaan
3.    Bahan kontras
Penggunaan bahan kontras pada pemeriksaan ditentukan oleh dokter radiology dengan riwayat penyakit pasien dan bagian yang akan diperiksa oleh dokter.
Dibawah ini adalah contoh beberapa type penggunaan bahan kontras :
a.    300 cc of a 30 % drip concentration atau,
b.    100 cc – 150 cc of a drip or bolus concentration.
Timing     :    Biasanya scaning dilakukan setelah 2/3 dari drip concentration disuntikkan, atau segera setelah bolus injection.
ORAL :
Pada umumnya dipakai 3% solution (3 cc of oral contrast to 100 cc water). Campuran bahan perasa untuk menghilangkan rasa tidak enak
Timing    :    Untuk pemeriksaan Upper Abdominal, pada umumnya diberikan 30 – 45 menit sebelum waktu pemeriksaan. Sedangkan untuk lower abdominal atau pelvic bahan kontras dapat diberikan tidak kurang dari 2 jam sebelum pemeriksaan.
RECTAL
3 % solution dimasukkan ke rectum dan colon sigmoia.
Timing        : Enema dilakukan sesaat sebelum pemeriksaan.
SPINAL
Pada umumnya dilakukan  setelah pemeriksaan myelo.
AIR
Sedikit udara disuntikkan melalui spiknal puncture terkadang dilakukan untuk mengevaluasi inner ear.
Timing    :    Scaning segera dilakukan setelah udara disuntikkan, dengan pasien diatur posisi decutitus dengan objek yang discaning menghadap atas.
Setiap pesawat CT Scan pada umumnya memiliki karakter yang berbeda dari setiap generasi ke generasi. Hal lain yang mungkin berbeda adalah penyediaan program dari tiap-tiap model pesawat CT Scan antara satu dengan yang lain. Namun begitu pesawat CT Scan tersebut mempunyai cara kerja yang sama.

III.    Evaluasi Hasil Gambaran
Gambaran CT Scan yag baik adalah yang memenuhi peersyaratan untuk dapat dinilai dokter ahli radiology. Hasil pemeriksaan juga dipengaruhi oleh :

1.    Patient Centering
Agar kualitas gambar bagus ada beberapa langkah untuk menentukan centering pasien :
    Mengukur diameter objek AP dengan calipers dan menempatkan titik tengah pada sentrasi sinar Bantu horizontal
    Garis tengah pasien ada pada garis tengah meja pemeriksaan besarnya objek
    Cek sentrasi dengan menempatkan grid pada gambaran pertama
    Atur ketinggian meja pemeriksaan jika ketebalan objek berubah

2.    Pengaturan Window width dan window level
Kelebihan pesawat CT yaitu kontras gambar dapat diatur sedemikian rupa tanpa harus mengulang pengambilan dengan merubah factor kondisi pemotretan.

3.    Ketebalan irisan
4 mm sampai 5 mm ketebala irisan akan menghasilkan gambar yang lebih baik dari pada 10 mm.

4.    Camera set up / film processing
Pemeriksaan belum dinyatakan selesai jika hasilnya belum difilm kan.Kesiapan camera dan alat processing menentukan keberhasilan suatu gambaran.


5.    Teknik Filming
Pada umumnya pesawat CT dilengkapi dengan program untuk membantu mempermudah mencari kelainan yang telah didapat pada scanning, dengan teknik tersebut biasanya dokter ahli radiology lebih dapat memastikan diagnosa

0 komentar:

Poskan Komentar